PERLINDUNGAN HUKUM DALAM BODY SHAMMING TERHADAP KESEHATAN MENTAL

  • Yayuk Sugiarti Prodi Hukum Fakultas Hukum, Universitas Wiraraja
  • Hidayat Andyanto Prodi Hukum Fakultas Hukum, Universitas Wiraraja
  • R.P. Much Muchtar Program Studi Agribisnis, Universitas Wiraraja
Keywords: Perlindungan Hukum, Body Shamming, Mental

Abstract

Body Shaming merupakan istilah yang sedang tren saat ini, dimana mengkritik atau mengomentari fisik seseorang secara negatif atau pun dengan ujaran yang bermaksud mengejek atau menghina fisik maupun penampilan seseorang termasuk ke dalam kategori ini. Perlindungan Hukum terhadap korban body shaming perlu mendapakan perhatian yang sangat serius guna menangani fenomena-fenomena yang marak terjadi saat ini di media social khususnya. Penelitian ini mengkaji pengaturan tindak pidana penghinaan citra tubuh (body shaming) ditinjau dari hukum positif dan menjelaskan perlindungan hukum yang diberikan terhadap korban dalam tindak pidana penghinaan citra tubuh (body shaming). Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif dengan menerapkan pendekatan Perundang-undangan yang mana mengacu pada bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Pengaturan tindak pidana penghinaan citra tubuh (body shaming) ditinjau dari hukum positif secara umum dapat dilihat dari unsur Penghinaan yang mana diatur dalam Bab XVI KUHP dan dikelompokkan menjadi 6 bagian yakni dari pasal 310 sampai pasal 318 serta selain itu, terdapat pula aturan hukum lain yang mengaturnya secara implisit dalam Pasal 27 ayat (3). Pasal 45 ayat (3) UU ITE. Dengan adanya sanksi berupa sanksi pidana. Bentuk perlindungan hukum yang diberikan terhadap korban dalam tindak pidana penghinaan citra tubuh (body shaming) yaitu dibuatnya kebijakan oleh Negara mengnenai pelarangan dan sanksi tegas bagi para pelanggar seperti sanksi pidana dan denda, melalui lembaga perlindungan saksi dan korban yang didirikan.

References

Achille, N. (2000). Etika Hukum Beserta Sanksi Elektronik. Jakarta. Sinar Grafika.
Fitria, K., & Febrianti, Y. (2020). Pemakaian dan Sikap Perilaku Body Shaming di Media Sosial (Sebuah Studi Etnografi Digital di instagram). Jurnal Media Dan Komunikasi, 3(1), 12–25.
Leden, M. (2002). Tindak Pidana terhadap nyawa dan tubuh. Sinar Grafika.
Mansur, A., & Gultom, E. (2005). Cyber Law-Aspek Hukum Teknologi Informasi. Bandung.
Refika Aditama.
Mukhlis, A. (2013). Berpikir Positif pada Etidakpuasan Terhadap Citra Tubuh (Body Image
Dissatisfaction)”, Jurnal. Jurnal Psikoislamika, 10(1), 1–14.
Ndruru, M. K., Ismail, & Suriani. (2020). Pengaturan Hukum tentang Tindakan Penghinaan
Citra Tubuh (Body Shaming). Jurnal Tectum, 1(2), 288–295.
Rahmawati, M. (2019). Perlidungan Hukum Terhadap Korban Tindak Pidana Pencemaran
Nama Baik Melalui Media Sosial. Jurnal Ilmiah Ilmu Hukum, 1(2).
Rismajayanthi, N. G. A. A. P., & Priyanto, I. M. D. (2019). Tinjauan Yuridis Terhadap Tindak
Pidana Penghinaan Citra Tubuh (Body Shaming) Menurut Hukum Pidana Indonesia.
Jurnal Ilmi Hukum, 9(1–15).
Shafa, S. D., Juita, S. R., & Aryaputra, M. I. (2020). Kebijakan Formulasi Hukum Pidana
tentang Penghinaan Citra Tubuh (Body Shaming). Jurnal Law Review, 1(1), 104–113.
Srilampau, S. (2009). Fenomena dan Perlindungan Hukum di Indonesia. Jakarta. Sinar Grafika.
Widyapramono. (1998). Kejahatan di bidang Komputer. Jakarta. Pustaka Sinar Harapan.
Published
2022-04-30
Section
Articles